Tuesday, April 05, 2005

Dreamland Japan*

*after Frederic Schodt book

Herewego. Biasanya kalau bicara tentang satu genre hiburan, gue cenderung mengikuti suatu nama. Kalau film bisa artis atau sutradaranya, kalau komik bisa writer atau ilustratornya. Bicara tentang manga dan anime stuff, ada tiga nama yang diikuti, kadang cukup dengan setengah mata. (It's amazing how a pertinent information trickle to you, even when you're not really looking)

  1. Katsuhiro Otomo. Kreator mega-manga 1800 halaman "Akira". Ciri khas yang membuat gue tertarik dulu itu karena gambar mata karakternya yang actually japanese, nggak gede-gede seperti lazimnya yang lain. Gambarnya juga super detil, selain plotnya yang rada rumit. The downside is, they ussualy quite brutal.
  2. Mamoru Oshii. Sutradara sederet anime dengan ciri seperti Otomo: intricate detail and plot. Seringnya sih nggak terlalu ngerti jalan ceritanya. Baru pelan-pelan ngerti kalau udah nonton 20x mungkin. Ciri khasnya: sering bikin 'silent scene' yang puitis, dan biasanya selalu muncul karakter anjing spaniel yang sama.
  3. Hayao Miyazaki. Terkenal dengan film-film keluaran studio Ghibli. Tema filmnya biasanya sederhana, tapi menyentuh dan gambarnya, cerah banget. Sepertinya ada kecenderungan 'environtmentally-correctness' dalam penulisan cerita-ceritanyanya. "Tonari-no-Totoro" bakal selalu jadi favorit anime untuk kedamaian yang diberikannya.

That's it I think. Drowsy yet? (and I've just been started. hehehe)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home